Monday, 29 October 2012

Allah Itu Maha Pengampun

Allah Itu Maha Pengampun

Allah Maha Pengampun, Janganlah Terperdaya Syaitan

Oleh : Ustadz Kharisman
Ampunan Allah sangat luas, Allah adalah Yang Maha Pengampun. Tapi,  jangan terperdaya oleh syaitan dan hawa nafsu sehingga bermudah-mudahan untuk berbuat dosa.
يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ
Wahai sekalian manusia, apa yang menyebabkan kalian terperdaya dari Tuhanmu yang Maha Mulia? (Q.S al-Infithar:6)
Sikap seorang mukmin adalah memadukan antara amal sholih dengan perasaan khawatir amalnya tidak diterima.
وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آَتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ
Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka (Q.S alMukminuun:60)
Ibunda kaum beriman, Aisyah radliyallaahu anha pernah bertanya kepada Nabi tentang ayat tersebut: (Apakah yang dimaksud dalam ayat ini) adalah seseorang yang mencuri, berzina, dan minum khamr, kemudian dia takut kepada Allah? Rasul menyatakan: Bukan wahai putri Abu Bakr, wahai putri as-Shiddiq, akan tetapi (yang dimaksud dalam ayat tersebut) adalah seorang yang sholat, shaum, dan bershodaqoh, kemudian dia takut kepada Allah (H.R atTirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad, dishahihkan alHakim dan disepakati adz-Dzahaby)
Al-Hasan al-Bashri menyatakan: Seorang mukmin menggabungkan antara perbuatan baik dengan perasaan takut, sedangkan orang munafik menggabungkan antara perbuatan buruk dengan perasaan aman (santai; tenang-tenang saja)(Tafsir Ibn Katsir)
Salah satu sifat penduduk surga adalah mereka merasa khawatir akan adzab Allah dan terus berupaya mempersembahkan ibadah yang terbaik kepada Allah.
قَالُوا إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِي أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ (26) فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَانَا عَذَابَ السَّمُومِ (27) إِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلُ نَدْعُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيمُ (28)
(Penduduk surga) berkata: Sesungguhnya kami dahulu sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diadzab). Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari adzab neraka. Sesungguhnya kami dahulu menyembahNya. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang (Q.S atThuur:26-28)
Kisah Sahabat mulya, Umar bin al-Khottob patut menjadi renungan, saat beliau menjelang akan meninggal dunia sakit akibat tusukan pisau beracun sewaktu beliau menjadi Imam, banyak kaum muslimin yang bertakziyah. Salah satunya adalah seorang pemuda. Ia datang menjenguk Umar dan berkata: Bergembiralah engkau wahai Amirul Mukminin, dengan kabar gembira dari Allah. Karena engkau adalah Sahabat Nabi, termasuk pendahulu dalam Islam (Muhajirin), kemudian engkau menjadi pemimpin dan bersikap adil, sedangkan sebentar lagi (InsyaAllah) kau akan mati syahid.
Belum lagi dalam hadits dinyatakan secara tegas bahwa Umar adalah termasuk 10 orang Sahabat Nabi yang dijamin masuk surga.
Namun bagaimana jawaban Umar terhadap kabar gembira tersebut?
Umar justru menyatakan:
وَدِدْتُ أَنَّ ذَلِكَ كَفَافٌ لَا عَلَيَّ وَلَا لِي
Aku sudah sangat senang seandainya (keutamaan-keutamaan) itu impas dengan dosa-dosaku (H.R alBukhari)
Subhaanallah, kita yang jauh dibandingkan Umar, kadang masih suka bermudah-mudahan berbuat dosa sambil berkata: Ah, tenang saja, Allah kan Maha Pengampun.
Ampuni kami Ya Allah, kumpulkanlah kami di Jannah (Surga)Mu bersama orang-orang terbaik yang Engkau cintai: para Nabi, Shiddiqun, Syuhadaa’, dan orang-orang shalih. Kami sangat butuh rahmat dan ampunanMu. Sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

(dinukil dari buku ‘Sukses Dunia Akhirat dengan Istighfar dan Taubat karya Abu Utsman Kharisman halaman 117-120)
Baca selengkapnya

Thursday, 18 October 2012

Award Design Blog Terbaik Blog Share4rt

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Award Design Blog Terbaik Blog Share4rt
Alhamdulillahi robbil 'alamin, ternyata ada seseorang yang memberikan sebuah apresiasi penting yaitu sebuah penghargaan atau "Award" kepada kami. Dialah Eko Budi Santoso, seorang pendiri sekaligus admin dari blog pribadinya yaitu Share4art. Pada tanggal 14 Oktober lalu, ia membuat kontes untuk para blogger teman-temannya. Kami ikut kontes tersebut dan Alhamdulillah berada di posisi 8 dari 15 pemenang.
Berikut adalah Award yang diberikan oleh Eko Budi Santoso kepada ROHIS SMA Negeri Banyumas.
Award Design Blog Terbaik Share4art
Sekali lagi kami segenap keluaga besar ROHIS SMA Negeri Banyumas mengucapkan banyak terimakasih kepada Eko Budi Santoso selaku admin Blog Share4art yang telah memberkan award ini kepada Kami.
Mungkin hanya itu yang dapat kami sampaikan. Bila itu benar datangnya dari Allah, dan bila itu salah datangnya dari kami. Akhirul kalam, wabillahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Baca selengkapnya
Daftar Anggota ROHIS SMA Negeri Banyumas

Daftar Anggota ROHIS SMA Negeri Banyumas

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,
Organisasi ROHIS SMA Negeri Banyumas sudah melaksanakan Re-Organisasi pada Senin 17 September 2012 kemarin. Dari rapat anggota sekaligus Re-Organisasi tersebut terpilih dan tersusunlah kepengurusan anggota baru untuk periode 2012 / 2013. Mudah-mudahan dengan pengurus yang baru ini dapat membuat program-program baru yang lebih inovatif yang dapat memajukan Organisasi ROHIS tercinta ini.
Berikut kami sertakan daftar anggota ROHIS SMA Negeri Banyumas Periode 2012 / 2013 yang sudah kami bukukan. Di bawah ini adalah soft copy yang sengaja kami bagikan untuk para pembaca sekalian. Sebelumnya, kami mohon maaf bila ada salah-salah dan kekurangan dalam pengetikan dan penyusunan Buku Anggota ini.
Akhirul kalam, wabillahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Baca selengkapnya

Sunday, 16 September 2012

Download Shollu V3.09.1 (Prayer Reminder)

Shollu merupakan salahsatu aplikasi yang sangat bermanfaat untuk umat muslim dalam menjalankan sholat lima waktu, Shollu adalah aplikasi pengingat sholat untuk komputer yang telah diupdate ke versi terbaru oleh pembuatnya ebta setiawan, tidak ada perbedaan yang mencolok dari versi sebelumnya hanya saja ada beberapa perbaikan dalam hal konten dan fitur dan berikut ini adalah beberapa perubahan atau fitur terbaru aplikasi pengingat sholat (Shollu 3.09) yang dibuat oleh ebsoft.web.id:
  • 4 file suara adzan yang baru dengan kualitas yang lebih baik;
  • Penghapusan semua file adzan sebelumnya (kualitas kurang baik);
  • Indikator ketika menyimpan pengaturan;
  • Hasil keluaran jadwal sholat dalam HTML yang lebih baik;
  • Informasi yang lebih jelas di Drop Zone ketika waktu sholat tiba;
  • Dukungan yang lebih baik ketika menyimpan pesan tambahan di Windows Vista, 7 dan diatasnya;
  • Perbaikan antarmuka di windows Vista dan 7;
  • Perbaikan suara adzan yang kadang tidak bersuara ketika waktu sholat tiba;
  • Icon Shollu bar;
Screenshot:
DOWNLOAD

Size : 3.402KB | Password RAR : http://clever-society.blogspot.com
Baca selengkapnya

Monday, 20 August 2012

Karakteristik Penghuni Surga

Karakteristik Penghuni Surga

Iyadh bin Himar Al-Mujasyi’i ia berkata, pada suatu hari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallamberkhutbah seraya bersabda,
“Penghuni surga itu ada tiga; pertama, penguasa yang adil, jujur, dan mendapat taufik, kedua, seorang yang penyayang dan perhatian kepada setiap kerabat, ketiga, seorang muslim yang suci, pandai menjaga diri, dan memiliki keluarga….” (HR. Muslim)
Dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhu ia berkata, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Macam-macam umat diperlibatkan keapdaku; aku melihat seorang Nabi beserta sekelompok orang pengikutnya, aku melihat seorang Nabi beserta seorang laki-laki pengikutnya, aku melihat seorang Nabi tanpa ditemani seorang pengiku pun, kemudian diperlihatkan kepadaku sekelompok orang dengan jumlah yang amat banyak, maka aku berakta, ‘Ini adalah umatku.’ Kemudian dikatakan, ‘Ini adalah Musa dan umatnya. Tapi, lihatlah ke atas.’ Seketika terlihat sekelompok umat dengan jumlah yang amat banyak. Kemudian dikatakan, ‘Lihatlah ke arah yang lain.’ Seketika terlihat sekelompok umat dengan jumlah yang amat banyak. Kemudian dikatakan, ‘Ini adalah umatmu.’ Bersama mereka 70.000 orang masuk ke dalam surga tanpa melalui prosesi hisab dan siksa.” Kemudian Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam berdiri, lalu masuk, lalu para shahabat berbicara panjang lebar tentang sabda Nabi tadi. Kemudian mereka berkata, ‘Siapakah mereka yang masuk surga tanpa melalui prosesi hisab dan siksa?’ Sebagian mereka berkata, ‘Barangkali mereka yang menyertai Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.’ Sebagian yang lain berkata, ‘Barangkali mereka yang dilahirkan dalam keadaan Islam, dia tidak pernah menyekutukan Allah.’ Mereka menyebutkan banyak hal. Kemudian Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam keluar kembali (dari kamar beliau) menemui mereka, lalu beliau berkata, ‘Apa yang kalian perbincangkan?’ Mereka pun memberitahukan kepada beliau tentang apa yang mereka perbincangkan antarmereka. Lalu beliau bersabda, ‘Mereka adalah orang-orang yang tidak berobat dengan menggunakan kayy, tidak minta diruqyah (ruqyah yang tidak syar’i), tidak bertathayyur (pesimis karena melihat pertanda buruk), dan hanya kepada Allah mereka bertawakkal.’ Kemudian ‘Ukkasyah bin Mihshan Al-Asadi berdiri seraya berkata, ‘Apakah saya termasuk bagian dari mereka, wahai Rasulullah?’ Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. ‘Kamu adalah termasuk bagian dari mereka!’ Lalu sebagian shahabat yang lain (Sa’ad bin ‘Ubadah) berkata, ‘Apakah saya bagian dari mereka, wahai Rasulullah?’ Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Kamu telah didahului oleh Ukkasyah’.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Berkaitan dengan maksud tawakkal di dalam hadis di atas, Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
“Tawakkal adalah kondisi hati yang timbul atas pengetahuannya terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala, percaya bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala sendirian dalam mencipta, mengatur, menghilangkan madharat, mendatangkan manfaat, memberi, memboikot pemberian, dan apa yang Dia kehendaki bisa terwujud meskipun manusia tidak menghendakinya, sedangkan apa yang tidak dikehendaki-Nya tidak terwujud meskipun manusia menghendakinya. Dengan begitu, ia bersandar sepenuhnya kepada AllahSubhanahu wa Ta’ala, menyerahkan segala hal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, merasa tenang bersama-Nya, percaya sepenuhnya kepada-Nya, yakin bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mencukupinya berdasarkan rasa dan sikap tawakkal kepada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memenuhi kebutuhan orang yang tawakkal itu, tidak ada sesuatu yang terjadi di luar kehendak-Nya, baik manusia menginginkannya maupun menolaknya. Kondisi orang yang tawakkal itu seperti kondisi anak kecil di hadapan kedua orang tuanya, dalam perihal sesuatu yang ia niatkan, baik motivasi atau larnagan, maka kedua orang tua itu menanggung sepenuhnya. Perhatikanlah hati anak itu tidak pernah terbesit untuk bersandar kepada selain kedua orang tuanya, dan menahan hasratnya untuk menyampaikan apa yang ia niatkan kepada kedua orang tuanya. Begitu juga kondisi orang yang tawakkal. Barangispa yang memiliki sikap seperti iu dalam berinteraksi dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala pasti mencukupinya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (Ath-Thalaaq: 3)
Dari Sahal bin Sa’ad ia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang menjamin (menajga) lisan dan kemaluannya, maka aku menjaminnya untuk masuk jannah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang oleh Allah dijaga dari kejelekan lisan dan kemaluannya, maka ia akan masuk jannah’.”
Dari Mu’adz bin Jabal ia berkata,
“Aku pernah bersama Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan. Pada suatu pagi aku berada di dekat Nabi, sementara kami sedang berjalan kaki, lalu aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, beritahulah saya tentang pekerjaan yang bisa memasukkan saya ke surga dan menjauhkan saya dari neraka.’ Beliau bersabda, ‘Kamu telah bertanya kepadaku tentang sesuatu yang agung. Sungguh sedikit orang yang dimudahkan oleh Allah untuk bertanya tentang hal itu. (Amal itu adalah) kamu menyembah Allah tanpa menyekutukan-Nya dengan apa pun, melaksanakan shalat menunaikan zakat, shiyam pada bulan Ramadhan, berhaji ke Baitullah.’ Kemudian beliau bersabda, ‘Maukah kamu jika aku memberitahumu tentang pintu-pintu kebaikan? Shiyam itu adalah perisai, sedangkan sedekah dapat menghapus dosa, sebagaimana air dapat memadamkan api, serta shalat seseorang pada kesunyian malam (qiyamul lail).’ Kemudian beliau membaca firman Allah Ta’ala, “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Rabbnya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.’ (QS. As-Sajdah: 16-17). Beliau kemudian bersabda, “Maukah kamu jika aku memberitahumu tentang penghulu segala sesuatu, tiang segala sesuatu, dan puncak segala sesuatu?’ Aku berkata, ‘Dengan senang hati, wahai Rasulullah.’ “Pokok segala urusan adalah Islam, pilarnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad.” Beliau bersabda, ‘Maukah kamu jika aku memberitahumu raja dari seluruh itu?’ Aku berkata, ‘Dengan senang hati, wahai Nabi Allah.’ Kemudian Rasulullah memegang mulut Mua’adz seraya bersabda, ‘Jagalah (tahanlah) mulutmu seperti ini.’ Aku berkata, ‘Wahai Nabi Allah, apakah kami akan disiksa karena kata-kata yang kami ucapkan?’ Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ibumu merasa kehilangan kamu, (celakalah) wahai Mu’adz. Tidaklah manusia dicebloskan ke dalam neraka dengan diseret di atas wajah atau dahinya kecuali disebabkan oleh kata-kata yang diucapkan oleh mulut mereka’.”
Sumber : Belaian Bidadari di Alam Mimpi, Syaikh ‘Isham Hasanain, Pustaka At-Tibyan, Cetakan 1 2008
Baca selengkapnya
Dakwah Para Nabi Kepada Kaumnya

Dakwah Para Nabi Kepada Kaumnya

Assalamu'alaikum Warahmatullaah Wabarokatuh,
Taqabbalallaahu minna wa minkum yaa ikhwati fillaah. Happy 'Ied Mubarok :)). semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua, aamiin #bow

Al haq (Allah) Yang Maha Mulia sebutan-Nya berfirman dalam ayat-Nya yang muhkam :
قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
“Katakanlah : inilah (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikuti mengajak (kamu) kepada allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik” (Yusuf : 108)
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada allah, mengerjakan amal shaleh dan berkata : “sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (Fushislat:33)”
Maka ketahuilah wahai kaum muslimin, semoga allah Subhanahuwata’ala memberi kita hidayah kepada semua urusan kita yang lurus. Bahwa perkara yang allah perintahkan Rasul-Nya Sholollohu’alaihiwassalam mendakwahkanya, dan ummatnya termasuk. Di dalamnya mempunyai dua landasan utama, yang tidak mungkin lepas salah satu dari yang lainya. Kedua landasan itu adalah ;

  1. Perintah beribadah hanya kepada allah satu-satunya. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dorongan terhadap hal ini serta mempunyai sikap wala’ yang di dasari oleh perkara ini, sekaligus menyatakan kafir orang-orang yang meninggalkan perkara ini.
  2. Peringatan tentang bahaya syirik dalam beribadah kepada allah. Tegas dalam perkara ini dan menunjukan sikap permusuhan yang di dasari kebencian terhadap masalah (syirik) ini serta menyertakan kafirnya orang-orang yang melakukanya
Asy Syaikh ‘Ubaid Bin Abdillah bin Sulaiman Al Jabiri menegaskan :
“inilah islam yang pengertiannya berserah diri kepada allah dengan tauhid dan tunduk kepada-Nya melalui ketaatan dan albara-ah (menunjukan sikap benci dan antipati) terhadap syirik dan para penganutnya. Inilah yang di bawa oleh para nabi dan Rasul yang diutus oleh allah sejak pertama, Nabi Nuh hingga ditutup oleh nabi Muhammad Sholollohu’alahiwassalam.”
 Allah berfirman :
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
“dan sesungguhnya kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap ummat (untuk menyerukan) “sembahlah allah (saja) dna jauhilah Thaghut itu “ (An Nahl:36) “
Dan firman allah
وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ
“dan kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan kami wahyuklan kepadanya : “bahwasannya tidak ada sesembahan (yang haq) melainkan aku, maka sembahlah aku olehmu sekalian” (Al Anbiya : 25)”.
Allah berfirman dengan mengisahkan kepada kita tentang Nabi Nuh, Huud, Shaleh, Syu’aib dan orang pilihan yang paling baik Shalawatullahi wa salamuhu ‘alaihim, ketika berdakwah kepada kaumnya masing-masing :
يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ
“wahai kaum sembahlan allah, sekali-kali tak ada tuhan bagimu selainnya “ (Al Araf : 59 )
Firman allah
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ
“dan rabbmu telah memerintahkan supaya kamu janngan menyembah selain dia “ (Al Isra’ : 23)
Ayat-ayat dalam masalah ini sangat banyak, maka siapa yang yang mau memperhatikan dan mempelajari Al Qur’anul Karim niscaya akan menemukan kejelasan. Kemudian dalam sunnah nabawiyah yang mutawatir, juga menguatkan apa yang di paparkan dalam ayat Al Qur’anul Karim ini, yaitu tentang kesesuaian dakwah para Rasul di atas prinsip pokok agama yang asasnya adalah perintah untuk bertauhid dan memurnikan (mengikhhaskan) agama (amalan atau ibadah) hanya untuk allah serta larangan dari kesyirikan yang merupakan pembatal semua amalan
Wassalamu'alaikum Warahmatullaah Wabarokatuh

(Dikutip dari buku “Manhaj Dakwah Salafiyah penerbit Pustaka Al Haura’)
Baca selengkapnya